Ya 4JJI, semua yang terjadi ini adalah kehendak-Mu. Jadikanlah melalui banjir ini, membuat kami semakin takut akan azab-Mu dan membuat kami semakin berharap akan kasih-Mu. Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ketika Banjir Menyapa
Ya 4JJI, semua yang terjadi ini adalah kehendak-Mu. Jadikanlah melalui banjir ini, membuat kami semakin takut akan azab-Mu dan membuat kami semakin berharap akan kasih-Mu. Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Posted by
DEDDY
at
2/02/2007 04:30:00 PM
0
comments
Belajar Tahsin
Ya, hari minggu lalu, adalah hari pertama ikut pengajian tahsin di masjid al-A'raf Kwitang. Sempet minder juga sih, karena banyak pesertanya yang memiliki kemampuan baca al-Quran yang menurutku sangat baik. Namun, dengan niat untuk ingin belajar baca al-Quran dengan benar, lama-lama jadi pede meskipun bacaanku masih berantakan.
Pengajian tahsin habis sholat dzuhur itu, di awali dengan semua peserta satu per satu membaca ayat-ayat dalam al-Quran untuk mendapatkan koreksi dari pak ustadz, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran mad dan makhrajul huruf. Setelah menikmati pengajian itu, sadarlah aku kalo bacaan al-Quran ku sungguh masih berantakan. Jangankan tajwid yang benar, mengenai makhraj dan panjang pendek saja masih jauh dari benar.
Dan hari-hari ini, aku belajar setahap-demi setahap. Mulai dengan belajar makrajul huruf dengan variasi latihan panjang pendek. Hm.. jadi kayak anak TPA ya... hehehe... Tak apalah. Aku dah membulatkan niat untuk benar-benar belajar dan ingin bisa. Dalam hati sih menyesal, kenapa baru pada seusia ini, aku mendapatkan pelajaran / ilmu yang sangat-2 berarti itu. Tapi, itu lebih baik kan daripada tidak sama sekali. Selagi Alloh memberikan kesehatan, waktu luang dan jalan untuk belajar membaca al-Quran, mengapa tidak dimanfaatkan secara maksimal...
“Ya Allah, berilah manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah apa yang bermanfaat untukku. Tambahkanlah aku ilmu. Segala puji bagi Allah pada semua keadaan. Aku berlindung kepada Allah dari adzab neraka.” (HR. Ibnu Majah).
Posted by
DEDDY
at
1/10/2007 11:58:00 AM
0
comments
Fatwa MUI Tentang Perayaan Natal Bersama
FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA
Tentang Perayaan Natal Bersama
1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah dan ibadahnya dengan Aqidah dan ibadah agama lain.
3) Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.
4) Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.
Meneliti kembali: Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:
1. Al-Qur'an surat Al-Hujarat ayat 13:
2. Al-Qur'an surat Lukman ayat 15:
3. Al-Qur'an surat Mumtahanah ayat 8:
1. Al-Qur'an surat Al-Kafirun ayat 1 - 6:
2. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 42:
C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:
1. Al-Qur'an surat Maryam ayat 30 - 32:
2. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 285:
1. Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 72:
mengharamkan kepadanya sorga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zalim itu seorang penolong pun''.
2. Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 73:
3. Al-Qur'an surat At Taubah ayat 30
Al-Quran surat Al-Maidah ayat 116 - 118:
Al-Qur'an surat Al-Ikhlas:
1. Hadits Nabi dari Nu'man bin Basyir:
2. Kaidah Ushul Fikih
Majelis Ulama Indonesia memfatwakan:
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata'ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.
Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H
7 Maret 1981 M
KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua,
ttd.
K.H. M. SYUKRI GHOZALI
Sekretaris,
ttd.
Drs. H. MAS'UDI
Posted by
DEDDY
at
12/27/2006 02:57:00 AM
0
comments
Fatwa Tentang Ucapan Natal
Memang harus diakui hal ini menjadi kontroversi tersendiri. Ada ulama yang mengharamkan dan ada yang tidak. Di negeri ini, ulama-ulama dari kalangan liberal, dengan berbagai alasan, mengatakan bahwa memberikan ucapan hari raya pemeluk agama lain tidaklah haram, baik dengan alasan toleransi, tidak ada hadist yang secara jelas menyatakannya, bahkan sampai ada yang mengatakan Jesus (Nabi Isa) kan juga nabinya umat Muslim.
Ayo mau mengikuti yang mana? Dalam masalah ini, aku mengikuti pendapat yang mengharamkan pengucapan selamat hari raya agama lain. Semoga, fatwa dari ulama terkemuka di bawah ini, bisa menjadi pencerahan bagi kita semuanya sehingga bisa meneguhkan aqidah kita.
------------------------------------------------------------------------------------------
Hukum Ucapan “Merry Christmas” (Selamat Hari Natal)
Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ditanya:
Bagaimana hukum mengucapkan Merry Christmas (Selamat Natal) kepada orang-orang Kafir? Bagaimana pula memberikan jawaban kepada mereka bila mereka mengucapkannya kepada kita? Apakah boleh pergi ke tempat-tempat pesta atau majlis yang mengadakan acara seperti ini? Apakah seseorang berdosa, bila melakukan sesuatu dari yang disebutkan tadi tanpa sengaja (maksud yang sebenarnya) namun dia melakukannya hanya untuk menghormati kawan, malu, perasaan atau sebab-sebab lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka di dalam hal itu?
Jawaban:
Mengucapkan Merry Christmas (Selamat Natal) atau perayaan keagamaan mereka lainnya kepada orang-orang kafir adalah haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama (ijma).
Hal ini sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya Ahkam Ahl adz-Dzimmah, beliau berkata, Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap Hari-Hari besar mereka dan puasa mereka, walau sekadar mengucapkan, Semoga Hari raya anda diberkati atau anda yang diberikan ucapan selamat berkenaan dengan perayaan hari besarnya itu dan semisalnya.
Perbuatan ini, kalaupun orang yang mengucapkannya dapat lari dari kekufuran, maka dia tidak akan lari dari melakukan hal-hal yang diharamkan. Ucapan semacam ini setara dengan ucapannya terhadap perbuatan sujud terhadap Salib bahkan lebih besar dari itu dosanya di sisi Allah. Dan amat dimurka lagi bila memberikan selamat atas minum-minum khamar, membunuh jiwa, melakukan perzinaan dan sebagainya. Banyak sekali orang yang tidak sedikitpun tersisa kadar keimanannya, yang terjatuh ke dalam hal itu sementara dia tidak sedar betapa buruk perbuatannya tersebut. Jadi, barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena melakukan suatu maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka berarti dia telah menghadapi Kemurkaan Allah dan Kemarahan-Nya.
Mengenai kenapa Ibn al-Qayyim sampai menyatakan bahwa mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka haram dan posisinya demikian, karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syiar-syiar kekufuran yang mereka lakukan dan meridhai hal itu dilakukan mereka sekalipun dirinya sendiri tidak rela terhadap kekufuran itu, akan tetapi adalah HARAM bagi seorang Muslim meridhai syiar-syiar kekufuran atau mengucapkan selamat kepada orang lain berkenaan dengannya karena Allah Taala tidak meridhai hal itu, sebagaimana dalam firman-Nya.
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” [Az-Zumar:7]
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku- cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu.” [Al-Ma`idah :3]
Jadi, mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengan hal itu adalah haram, baik mereka itu rekan-rekan sepejabat dengan kita seorang (Muslim) ataupun tidak.
Bila mereka mengucapkan selamat berkenaan dengan hari-hari besar mereka kepada kita, maka kita tidak boleh menjawabnya karena hari-hari besar itu bukanlah hari-hari besar kita. Juga karena ia adalah hari besar yang tidak diridhai Allah Taala; baik disebabkan perbuatan mengada-ada ataupun disyariatkan di dalam agama mereka akan tetapi hal itu semua telah dihapus oleh Din-ul-Islam yang dengannya Nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi Wa Sallam diutus Allah kepada seluruh makhluk. Allah Taala berfirman.
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi”. [Ali Imran:85]
Kerana itu, hukum bagi seorang Muslim yang memenuhi undangan mereka berkenaan dengan hal itu adalah HARAM karena lebih besar dosanya berbanding mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengannya. Memenuhi undangan tersebut mengandung makna ‘ikut serta’ bersama mereka di dalamnya.
Demikian pula, haram hukumnya bagi kaum Muslimin menyerupai orang-orang Kafir, seperti mengadakan majlis atau pesta-pesta berkenaan dengan hari besar mereka tersebut, saling memberi hadiah, membagi-bagikan manisan, hidangan makanan dan semisalnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallhu ‘alaihi Wa Sallam,
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk sebahagian dari Mereka”. [Hadits Riwayat Abu Daud]
Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitabnya Iqtidl` ash-Shirth al-Mustaqm, Mukhlafah Ashhb al-Jahm:
Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka akan menyebabkan timbulnya rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan, dan barangkali hal itu membuat mereka mencari-cari kesempatan (dalam kesempitan) dan menghinakan kaum lemah (iman). Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu dari hal itu, maka dia telah berdosa, baik melakukannya karena berbasa-basi, ingin mendapatkan simpati, rasa malu atau sebab-sebab lainnya kerana ia termasuk bentuk peremehan (penghinaan) terhadap Dinullah dan merupakan sebab hati orang-orang kafir menjadi kuat dan bangga terhadap agama mereka."
Kepada Allah kita memohon agar memuliakan kaum Muslimin dengan Din mereka, menganugerahkan kemantapan hati dan memberikan pertolongan kepada mereka terhadap musuh-musuh mereka, sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[Disalin dari Majmu Fatwa Fadllah asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Jilid.III, h.44-46, No.403]
Posted by
DEDDY
at
12/26/2006 01:44:00 AM
0
comments
Zizou
FIFA World Cup 2006 telah selesai. Dan kita kembali kepada kehidupan yang normal. Udah ga begadang lagi dan ga ada kata ngantuk ketika kerja..hehehe..
Tapi...obrolan tentang World Cup...ternyata belum abizzz... Semua koran, internet, TV, radio .. semua media deh ... lagi membahas "Ada Apa Dibalik Tandukan Zidane pada Materazi ???". Ada yang bilang Materazi melakukan provokasi dengan mengatakan Zidane sebagai teroris, ada yang bilang Materazi menghina agama Zidane, keluarga dan asal-usulnya. Jika Materazi melakukan hal itu, pantaskan Zidane melakukan tandukan itu... Jawabannya bermacam-macam...
Jika benar yang dikabarkan itu benar dilakukan Materazi apalagi jika berulang-kali, namanya manusia adalah wajar jika Zidane emosi dan ketika emosi itu tidak tertahankan dan mulut Materazi masih nyinyir, dough, pelajaran untuk Materazi itupun pasti datang dan terkaparlah ia.
Namun sebagai Muslim, menahan emosi dan hawa nafsu merupakan adalah tindakan yang mulia. Kita harus mampu mengendalikan diri. Begitulah Rasulullah SAW mengajarkan. Banyak jebakan-jebakan dilakukan lewat provokasi oleh musuh-musuh kita. Dan jika kita gagal mengendalikan diri dan terbawa emosi, itulah kemenangan bagi mereka dan kekalahan bagi kita karena kita kehilangan apa yang seharusnya menjadi bagian dari diri kita, kesabaran, kesantunan, penuh kasih dan yang tertinggal adalah amarah, hujatan, kebencian dan hal-hal yang negatif lainnya.
Begitulah terkadang dalam hidup ini, dalam pekerjaan, bisnis, interaksi di masyarakat dan apapun kegiatan, ada saja pihak-pihak yang tidak menginginkan kesuksesan ada pada diri kita. So, keep watching ... waspadalah..waspadalah...
Dr. Aid Al-Qarni dalam bukunya La Tahzan mengatakan "Wahai orang yang berakal dan sadar, tempatkan segala sesuatu itu sesuai dengan ukurannya. Janganlah membesar-besarkan peristiwa dan masalah yang ada. Bersikaplah adil, seimbang dan jangan berlebihan. Jangan pula larut dalam bayang-bayang semu dan fatamorgana yang menipu."
"Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Mumtahanah : 07).
Posted by
DEDDY
at
7/11/2006 04:33:00 PM
0
comments