Nyobain Bus Transjakarta (Busway)

Pagi tadi pengin coba naik bus transjakarta dari depan kantor menuju ke kwitang. Pengin tahu juga seefisien apa sih .. hehehe cepet mana ama naik bus biasa...

jadilah aku beli tiket Rp. 3500 dari halte imigrasi mampang dan ga lama nunggu, buspun datang. Karena hari minggu kali ya, jadi penumpangnya ga banyak, meskipun tetep berdiri. Dengan lancar bus berjalan hingga sampai halte terakhir di Halimun. Kemudian mesti pindah bus jurusan Dukuh Atas - Pulogadung. Alhamdulillah, langsung dapat bus. Lumayan rame sih penumpangnya, mungkin pada mau jalan-2 ke senen kali ya... Eh..ternyata harus transit lagi di Matraman. Melalui jembatan penyebrangan, jalanlah aku dari halte Matraman 2 ke Matraman 1. Dan langsung dapat bus jurusan Kampung Melayu - Ancol. Wah .. penuh banget... tapi tak apalah yang penting cepat sampai tujuan. Dan benar juga, ga sampai 10 menit, bus dah sampai terminal senen.

Hm.. kalo dihitung-hitung cepet juga ya .....

Halte Imigrasi --> Halimun : 15 menit
Halte Halimun --> Matraman : 15 menit
Halte Matraman --> Senin : 15 menit
Nunggu bus di halte transit : 15 menit
Total waktu ditempuh : 60 menit (1 jam)

Wah.. efisien juga sih, apalagi jika di hari kerja bisa kayak gitu...nyaman lagi, ber-AC...

Pas pulangnya, waduh.. ternyata penumpangnya penuh banget mulai dari halte senin sampai matraman, dan nunggu busnya lumayan lama. Tapi untungnya dari Matraman - Halimun - Imigrasi Mampang lancar banget.

Finally, it was nice trip..., bus yang nyaman, jalan yang lancar. Mungkin yang kurang, jumlah busnya kali ya, ama attitude penumpangnya yang perlu ditingkatkan lagi budaya antrinya.. biar sopan kaya bebek baris, ga srobot sana srobot sini....

Moga-moga, pemda DKI bangun lagi koridor2 yang lain. Dengan harga Rp. 3500 atau paling mahal Rp. 5000, mungkin itu bisa menjadi solusi bagi kenyamanan transportasi publik. Dan untuk yang bermobil, gak ada salahnya kan naik busway. Kalo gengsi ya ... silahkan menikmati kemacetan hehehe...

Untuk yang mau coba jalan-jalan, ngga usah takut nyasar.. coba aja buka link di bawah untuk
ndapetin info peta jalurnya..

http://www.transjakarta.cjb.net/
http://www.jakarta.go.id/transjakarta/index.php


Dari Pameran ke Pameran

Setiap kali baca koran, kolom iklan pasti yang dituju, terutama iklan jual beli rumah. Maklumlah, mungkin terlalu terobsesi atau bermimpi pengin punya rumah sendiri. Ya..beberapa bulan terakhir seneng banget bolak balik iklan rumah. Kadang sedih karena ga ada yang pas ama budget, tapi kadang juga tersenyum garing bila lihat harga rumah yang harganya terbang ke angkasa hehehe...

Pagi itu, lagi asyik sarapan, ada SMS, ternyata dari temen. Katanya hari itu ada pemeran rumah di JCC. Wah, acara kaya gini tuh yang bikin semangat. Yah, siapa tahu ada yang sesuai dengan keinginan, kalo ngga ya, itung-itung ngumpulin brosur. Akhirnya berdua ama temen berangkat ke JCC. Meski panas-panas, tetep aja jalan.

Sesampai di sana, ternyata pengunjungnya cukup banyak. Hehehe.. dari satu stan ke stan yang lain, lembar-demi-lembar brosur aku kumpulin. Ya, sambil tanya-tanya sana sini, berapa harga, lokasi di mana dll. Udah puas ngumpulin brosur, aku dan temenku istirahat di halaman JCC sambil bolak-balik brosur yang baru diambil. Lembar-demi-lembar ku lihat. Hehehe, aku sama temenku hanya tersenyum melihat harga yang demikian mahal.

Eh.. tiba-tiba ada bapak-bapak disebelahku nyeletuk, entah ke aku atau ke istrinya yang ada disampingnya, atau kesiapa ga tahu deh... "Wah ini tuh rumahnya yang terlalu mahal atau pendapatan kita ya yang terlalu kecil"....

Aku dan temenku yang mendengarnya langsung tertawa spontan. Dan bapak-bapak itupun juga tertawa. Ternyata banyak juga orang-orang yang senasib dengan kami .... Berusaha mewujudkan mimpi ......

Hm.... sepanjang perjalanan pulang, aku merenung. Mungkin, begitulah ikhtiar, berusaha untuk mendapatkan sesuatu, meski kadang ga sesuai harapan. Tapi mungkin itu juga cara Alloh menguji keseriusan hamba-Nya dalam mencari ridlo-Nya.

Akhirnya kami pun berpisah. Sambil bercanda ia berkata "Sampai jumpa di pameran selanjutnya" .... hehehe....


Ketika Banjir Menyapa

Hari sudah jam 8-an, namun hujan masih terus mengguyur kota dengan derasnya. Seakan-akan tiada habis meski sudah ditumpahkan sejak tengah malam sebelumnya. Sejenak meninggalkan pekerjaan, aku mencoba mencari informasi terakhir kondisi Jakarta. Mencoba untuk browsing melalui internet, eh ternyata internetnya ga jalan. Karena penasaran akhirnya coba cari informasi via televisi. N ... ternyata sejak pagi semua stasiun televisi telah menayangkan secara khusus kejadian banjir yang menyapa Jakarta.

Hari ini banjir benar-benar menyapa semua penguni Jakarta, baik yang di rumah, di jalan, di kantor, di pasar, di sekolah, dlsb. Di rumah, banjir menyapa dengan genangan yang memaksa penghuni rumah menngungsi ke tempat-2 yang aman. Di jalan, banjir menyapa ribuan orang hingga membuat mereka tidak bisa mencapai tempat kerjanya, bahkan ada yang terjebak ga bisa berangkat ga bisa pulang. Angkutan umum banyak yang tidak beroperasi karena jalan tak bisa dilalui. Di perkantoran, banjir menyapa dengan memutuskan saluran komunikasi (internet, telephone, fax). Dan lain sebagainya, masih banyak cara banjir memberikan sapaan.

Hari ini adalah hari Jum'at. Hari yang dimuliakan di antara hari-2 yang lain. Mungkin, hari ini kita harus lebih mendekatkan diri kepada 4JJI dengan memenuhi panggilannya untuk melaksanakan shalat Jum'at serta bermunajat kepada-Nya, semoga banjir ini cukup sampai di sini tidak bertambah luas dan setelah itu, kita ulurkan tangan kita, semampu kita, untuk mengurangi penderitaan korban banjir. Mereka saudara kita, saat ini mereka yang disapa banjir, besok siapa tahu giliran kita....

Ya 4JJI, semua yang terjadi ini adalah kehendak-Mu. Jadikanlah melalui banjir ini, membuat kami semakin takut akan azab-Mu dan membuat kami semakin berharap akan kasih-Mu. Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Belajar Tahsin

Alhamdulillah... Meski awalnya gemetar dan grogi ketika mencoba dan dikoreksi oleh ahlinya, namun perlahan-lahan tenang rasanya di hati dan kian tumbuhnya semangat untuk terus memperbaiki diri.

Ya, hari minggu lalu, adalah hari pertama ikut pengajian tahsin di masjid al-A'raf Kwitang. Sempet minder juga sih, karena banyak pesertanya yang memiliki kemampuan baca al-Quran yang menurutku sangat baik. Namun, dengan niat untuk ingin belajar baca al-Quran dengan benar, lama-lama jadi pede meskipun bacaanku masih berantakan.

Pengajian tahsin habis sholat dzuhur itu, di awali dengan semua peserta satu per satu membaca ayat-ayat dalam al-Quran untuk mendapatkan koreksi dari pak ustadz, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran mad dan makhrajul huruf. Setelah menikmati pengajian itu, sadarlah aku kalo bacaan al-Quran ku sungguh masih berantakan. Jangankan tajwid yang benar, mengenai makhraj dan panjang pendek saja masih jauh dari benar.

Dan hari-hari ini, aku belajar setahap-demi setahap. Mulai dengan belajar makrajul huruf dengan variasi latihan panjang pendek. Hm.. jadi kayak anak TPA ya... hehehe... Tak apalah. Aku dah membulatkan niat untuk benar-benar belajar dan ingin bisa. Dalam hati sih menyesal, kenapa baru pada seusia ini, aku mendapatkan pelajaran / ilmu yang sangat-2 berarti itu. Tapi, itu lebih baik kan daripada tidak sama sekali. Selagi Alloh memberikan kesehatan, waktu luang dan jalan untuk belajar membaca al-Quran, mengapa tidak dimanfaatkan secara maksimal...

Ya Allah, berilah manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah apa yang bermanfaat untukku. Tambahkanlah aku ilmu. Segala puji bagi Allah pada semua keadaan. Aku berlindung kepada Allah dari adzab neraka.” (HR. Ibnu Majah).



Fatwa MUI Tentang Perayaan Natal Bersama

image

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA
Tentang Perayaan Natal Bersama


Menimbang:
1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah dan ibadahnya dengan Aqidah dan ibadah agama lain.
3) Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.
4) Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.

Meneliti kembali: Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:

A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:

1. Al-Qur'an surat Al-Hujarat ayat 13:
''Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal''

2. Al-Qur'an surat Lukman ayat 15:
''Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang ini, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada Ku-lah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepada-mu apa yang telah kamu kerjakan''.

3. Al-Qur'an surat Mumtahanah ayat 8:
''Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil''.

B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan:

1. Al-Qur'an surat Al-Kafirun ayat 1 - 6:
''Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku''.

2. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 42:
''Janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahuinya''.

C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:

1. Al-Qur'an surat Maryam ayat 30 - 32:
''Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberikan Al Kitab(Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibuku (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.''

2. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 285:
''Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya dan mereka mengatakan: Kami mendengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.

D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas:

1. Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 72:
''Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putera Maryam. Pada hal Almasih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya sorga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zalim itu seorang penolong pun''.

2. Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 73:
''Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), pada hal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih''.

3. Al-Qur'an surat At Taubah ayat 30
''Orang-orang Yahudi berkata'' Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Almasih itu anak Allah. Demikian itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling''.

E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya(Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak. Hal itu berdasarskan atas :

Al-Quran surat Al-Maidah ayat 116 - 118:
''Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah? Isa menjawab: Maha Suci Engkau (Allah),tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya).Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Akut tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yangEngkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu: Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkat wafatkan aku. Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engka menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika Engka mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas :

Al-Qur'an surat Al-Ikhlas:
''Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak seorang pun/sesuatu pun yang setara dengan Dia''.

G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas:

1. Hadits Nabi dari Nu'man bin Basyir:
''Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang harampun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang syubhat (sebagian halal, sebagian haram), kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barangsiapa yang memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barangsiapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di sekitar daerah larangan maka mungkin sekalin binatang makan di daerah larangan itu.Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu yang haram jangan didekati)''.

2. Kaidah Ushul Fikih
''Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)''.

Majelis Ulama Indonesia memfatwakan:
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata'ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.


Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H
7 Maret 1981 M

KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA


Ketua,
ttd.



K.H. M. SYUKRI GHOZALI

Sekretaris,
ttd.


Drs. H. MAS'UDI